Inilah Bahaya Amalan Menutup Cermin Ketika Ada Kematian.Memang Takkan Buat Dah….

PENGERTIAN

Khurafat berasal dari kata (kharufa) yang artinya rusaknya akal karena lanjut usia. Dan kebetulan khurafat adalah nama seorang laki-laki yang dipengaruhi oleh jin, lalu ia bercerita sesuai dengan apa yang ia lihat, maka orang-orang tidak mempercayainya dan mereka mengatakan “Ah itu hanya cerita khurafat”. Jadi khurafat adalah cerita-cerita atau dongeng-dongeng dan kepercayaan-kepercayaan yang dusta (yang tidak berdasar).

MENUTUP CERMIN KETIKA KEMATIAN PERBUATAN KHURAFAT MENYALAHI SYARAK.

Seolah telah menjadi satu kebiasaan masyarakat kita, bila ada jenazah di rumah maka kesemua cermin-cermin muka akan ditutup dengan kain. Pernah tak amalan pelik ini menjadi tanda tanya buat anda? Sebenarnya ramai yang tidak tahu jawapan sebenarnya tetapi tetap mengamalkannya.

Apa kaitan cermin muka dengan jenazah? Amalan pelik ini dikatakan telah wujud sejak zaman nenek moyang dan masih menjadi ikutan sehingga kini.

Mungkin ramai yang ingin tahu apa hukumnya dalam Islam bila ada yang menutup cermin muka ketika ada jenazah di dalam rumah. Di bawah ini adalah satu perkongsian berkaitan persoalan Kenapa Perlu Tutup Cermin Di Rumah Bila Berlaku Kematian dan juga hukumnya..

Assalamualaikum ustaz,

Ada tuan rumah yang cover cermin-cermin muka di rumah dengan kain semasa ada jenazah. Saya ingin bertanya mengapa. Harap ustaz jelaskan hukum melakukannya. Terima kasih.

Ini jawapannya:

Kami tidak menjumpai saranan dari Rasulullah saw supaya menutup cermin-cermin muka ketika terdapatnya jenazah dalam rumah tersebut. Apa yang kami temui ialah ianya merupakan amalan orang tua-tua dahulu yang beranggapan bahawa, cermin hanya digunakan oleh si mati ketika hidupnya sahaja. Apabila telah mati, cermin tersebut tidak berguna lagi kerana mengikut Kepercayaan Kuno Masyarakat Hindu, roh atau hantu tidak boleh melihat dirinya dalam cermin.

Maka untuk menjaga hati dan perasaan serta bagi menghormati roh tersebut, setiap cermin muka dirumah si mati tersebut perlulah ditutup. Perbuatan tersebut mengikut syarak adalah dilarang kerana ianya adalah perbuatan yang tidak dilakukan oleh Rasulullah saw serta dianggap sebagai satu perbuatan khurafat yang menyalahi syarak.

HUKUM KHURAFAT

Hukum Khurafat adalah haram berdasarkan dalil Al Qur’an dan As Sunnah. Firman Allah swt.

Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Itu adalah karena (usaha) kami”. dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. =Qs. Al A’raaf 7 :131=

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلاَثًا وَمَا مِنَّا إِلاَّ وَلَكِنَّ اللهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ =رواه ابو داود=

Dari Abdullah bin Mas’ud ra, bahwa Rasulullah saw bersabda : “Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik, (beliau mengucapkan) tiga kali, dan tidak ada seorang pun diantara kita kecuali (telah terjadi dalam hatinya sesuatu dari hal itu), hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya”. =HR. Abu Daud=

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ وَلاَ هَامَةَ وَلاَ صَفَرَ =متفق عليه= وزاد مسلم (وَلاَ نَوْءَ وَلاَ غُولَ )

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda : “Tidak ada ‘Adwa, Thiyarah, Hamah, dan Shafar”. =HR. Muttafaqun Alaihi= Sedangkan dalam riwayat Muslim menambahkan “Tidak ada Nau’ serta tidak ada Ghul”.

BAHAYA KHURAFAT

Bahaya khurafat sangatlah besar bagi keselamatan iman dan amal kita baik selama hidup di dunia dan juga di akhirat. Khurafat ada yang dapat mengeluarkan pelakukan dari Islam alias kafir atau murtad, selama tidak ada yang menghalanginya untuk sampai kepada kekafiran itu, seperti ia belum mengetahui. Bila ini terjadi, maka ia kekal didalam neraka selama-lamanya. Namun ada khurafat itu yang hanya mengurangi kesempurnaan iman yang tetap diancam dengan azab neraka sekalipun tidak untuk selama-lamanya. Diantara bahayanya:

1. Tidak diterima shalatnya.

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ صَفِيَّةَ عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً =رواه مسلم و احمد=

Dari Shafiyah dan sebagian istri Nabi saw, dari Nabi saw bersabda: Barangsiapa datang kepada orang pintar, lalu ia bertanya tentang sesuatu, lalu ia membenarkannya (yang dikatakan orang pintar itu) tidak diterima sholatnya selama 40 malam“. =HR. Muslim dan Ahmad=

2. Kafir.

Rasulullah saw bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَالْحَسَنِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ =رواه الترمذي وابن ماجه واحمد والدارمي=

Dari Abu Hurairah dan Hasan ra, dari Nabi saw bersabda: Barangsiapa yang mendatangi dukun atau orang pintar lalu ia membenarkan apa yang dikatan (oleh dukun itu) maka sesungguhnya ia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad saw (Alqur’an). =HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan Ad Darimi=

3. Penghapus ‘amal kebaikan (pahala).

Apabila menyekutukan Allah, maka lenyaplah seluruh pahala dari amal kebaikan yang pernah dilakukan sebelumnya tanpa terkecuali. Sedangkan dosanya tidak berkurang, bahkan malah bertambah. Na’uudzu billaahi min dzaalika.

Firman Allah swt :

Itulah petunjuk Allah, yang dengannya dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakinya di antara hamba-hambaNya. seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. =Qs. Al An’aam 6: 88=

Dan sSesungguhnya tTelah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. =Qs. Az Zumar 39 : 65=

4. Dosanya tidak diampuni.

Firman Allah swt Qs. An Nisaa’ 4: 48, 116.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

Dosa syirik tidak diampuni kalau sampai wafat ia tidak pernah bertaubat kepada Allah swt atas kesyirikan yang pernah ia lakukan. Sedangkan kalau ia bertaubat dan tidak melakukan kemusyrikan sampai akhir hayat, Insya Allah dosanya diampuni. Sebagaimana para sahabat yang pernah menyembah berhala, setelah masuk islam, mereka tidak pernah lagi menyekutukan Allah. Bahkan Allah memberi gelar kepada para mereka “Kuntum Khaira Ummah“ (kamu adalah umat terbaik) yang mendapat jaminan dari Rasulullah saw akan masuk surga.

5. Diharamkan masuk surga, tempatnya adalah neraka dan tidak ada penolong baginya.

Firman Allah swt :

… Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. =Qs. Al Maa-idah 5: 72=

Sumber : supermario16.com
Sumber : muhammadhaidir

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*